<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://parekita.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://parekita.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Jul 2011 06:06:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Gabung LPI, Persik Dirikan PT SMP</title>
		<link>http://parekita.com/2011/07/27/gabung-lpi-persik-dirikan-pt-smp/</link>
		<comments>http://parekita.com/2011/07/27/gabung-lpi-persik-dirikan-pt-smp/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 06:06:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbah admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bal-balan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parekita.com/?p=1064</guid>
		<description><![CDATA[Persik Kediri semakin serius bergabung dengan Liga Primer Indonesia (LPI). Tim berjuluk Macan Putih sudah mempunyai badan hukum. &#8220;Untuk mengikuti LPI, Persik harus mempunyai badan hukum. Sebab, itu adalah salah satu syarat klub peserta LPI. Bentuk badan hukum Persik Kediri &#8230; <a class="more-link" href="http://parekita.com/2011/07/27/gabung-lpi-persik-dirikan-pt-smp/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Persik Kediri semakin serius bergabung dengan Liga Primer Indonesia (LPI). Tim berjuluk Macan Putih sudah mempunyai badan hukum.</p>
<p>&#8220;Untuk mengikuti LPI, Persik harus mempunyai badan hukum. Sebab, itu adalah salah satu syarat klub peserta LPI. Bentuk badan hukum Persik Kediri adalah Perseroan Terbatas (PT),&#8221; kata Ketua Umum Persik Samsul Ashar kepada <strong>GOAL.com Indonesia</strong>, Rabu (27/7).</p>
<p>Walikota Kediri itu menambahkan, nama PT yang digunakan adalah PT. Surya Persik Mandiri. Nama ini dapat disingkat dengan SPM.</p>
<p>&#8220;Untuk mendirikan PT SPM tidak mudah. Prosesnya panjang. Sebab, untuk mendirikan PT, membutuhkan data-data dan dokumen Persik Kediri yang lengkap,&#8221; kata Samsul.</p>
<p>Masih kata Samsul, sampai saat ini proses pemilihan nama skuad Persik baru masih menjadi pembicaraan. Samsul sempat berkeinginan untuk memberikan nama Persik berdasarkan tahun kelahirannya 1950, tetapi hal itu belum final</p>
<p>&#8220;Mengenai nama baru Persik sampai saat ini masih dalam proses perumusan dan pembicaraan antara pihak Persik Kediri dan LPI. Artinya masih menunggu kesepakatan dengan pihak LPI,&#8221; terus Samsul. (gk-29)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parekita.com/2011/07/27/gabung-lpi-persik-dirikan-pt-smp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PARE BERBAGI</title>
		<link>http://parekita.com/2011/07/16/pare-berbagi/</link>
		<comments>http://parekita.com/2011/07/16/pare-berbagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2011 03:37:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbah admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Pare 90ers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parekita.wordpress.com/?p=1053</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; PARE BERBAGI &#8221; Acara : Buka bersama dengan anak yatim piatu di Panti Asuhan Waktu : Sabtu,27 agustus 2011 Pukul : 17.00 wib Tempat: tentative [msh dlm pembahasan oleh panitia] Susunan Panitia : Ketua : Urip jireng Widodo Sekretaris &#8230; <a class="more-link" href="http://parekita.com/2011/07/16/pare-berbagi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://img828.imageshack.us/img828/3558/bukberblog.jpg" alt="" width="440" height="581" /></p>
<p>&#8221; PARE BERBAGI &#8221;<br />
Acara : Buka bersama dengan anak yatim piatu di Panti Asuhan<br />
Waktu : Sabtu,27 agustus 2011<br />
Pukul : 17.00 wib<br />
Tempat: tentative [msh dlm pembahasan oleh panitia]<br />
Susunan Panitia :<br />
Ketua : Urip jireng Widodo<br />
Sekretaris : Hary Gothank santoso<br />
Bendahara : Gatot bambang Sugito<br />
Perlengkapan : Siswo suwarjono<br />
Sonny Rasdianto<br />
Transportasi : Hermawan pancahastana kenthoes<br />
Dokumentasi : Kristian Kenthang<br />
sie acara : Tony widyanto<br />
Rudi Kurniawan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parekita.com/2011/07/16/pare-berbagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Penjaga Kebudayaan dari Watu Dandang</title>
		<link>http://parekita.com/2010/11/23/sang-penjaga-kebudayaan-dari-watu-dandang/</link>
		<comments>http://parekita.com/2010/11/23/sang-penjaga-kebudayaan-dari-watu-dandang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2010 02:06:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbah admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita seputar Pare]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parekita.wordpress.com/?p=1017</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: A Iwan Kapit Kali pertama saya mendengar namanya tepat di penghujung 2009. Maka sejak saat itu pula saya berniat untuk mengenal lebih karib sosok yang sepanjang hayat membaktikan diri di dunia seni. Terlebih seni tradisi. Tanpa menunda banyak waktu, &#8230; <a class="more-link" href="http://parekita.com/2010/11/23/sang-penjaga-kebudayaan-dari-watu-dandang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: A Iwan Kapit</p>
<p>Kali pertama saya mendengar namanya tepat di penghujung 2009. Maka sejak saat itu pula saya berniat untuk mengenal lebih karib sosok yang sepanjang hayat membaktikan diri di dunia seni. Terlebih seni tradisi. Tanpa menunda banyak waktu, saya pun bergegas mengorek informasi dari berbagai sumber tentang keberadaan serta kiprahnya dalam berkesenian di Pare.</p>
<p>Pucuk layu disiram hujan. Kesempatan baik itu akhirnya datang. Saya berkenal dengannya. Seorang laki-laki. Usianya separo abad lebih. Tepatnya 72 tahun&#8230;</p>
<p>***<span id="more-1017"></span></p>
<p>Dia berasal dari desa bernama Watu Dandang. Desa ini masuk wilayah Kabupaten Nganjuk. Merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara. Ayahnya bernama Sastrapawira dan ibunya Warsinem. Pada masa kolonial ayahnya seorang tokoh masyarakat pun seorang tokoh seni di desanya. Dari sepuluh bersaudara itu hanya dua saja yang mewarisi darah seni sang ayah. Dia dan kakak lelakinya. Sang ayah selalu <em>mewanti-wanti</em> jangan sampai darah seni di keluarga hilang. Itulah mengapa pesan dari sang ayah ini selalu dia pegang teguh sepanjang hidupnya. Hingga anaknya pun <em>diwanti-wanti</em> demikian. Kecintaannya terhadap dunia kesenian itulah – seni wayang dan tari tradisional – membuatnya menjadi salah seorang yang dikenal sebagai sosok yang menjaga teguh dinamika kesenian tradisional di Pare.</p>
<p>“Bapak itu berkecimpung di dunia kesenian memang sejak kecil. Karena darah dagingnya orang seni. Bapak tidak ingin darah seni di keluarga ini hilang. Maka dari itu dua kakak perempuan saya sampai dikuliahkan di ISI Jogjakarta. Selain itu, bapak di rumah juga mendirikan sanggar tari” tutur Tudik salah seorang putranya.</p>
<p>Dia mulai hijrah ke Pare sekira tahun 1950-an. Menikah pada 26 Mei 1961 dengan seorang perempuan bernama Sumiati. Dari pernikahannya tersebut ia dikaruniai tujuh orang anak; di antaranya Mukti Listyowati, Mukti Kusumowati, Mukti Rinolowati, Tudik Priyambodo, Mukti Endah Puspito Rini, Satrio Yunus Prastowo, dan Wahyu Hadi Candraprastya.</p>
<p>Di mata anak-anaknya, lelaki ini berperangai kalem. Corak personalitas orang Jawa melekat kuat pada dirinya. Sabar dan mengalah. Segala hal disikapi dengan lapang dada dan <em>nrimo</em>. Hal yang terkadang sulit diterapkan oleh anak-anaknya.</p>
<p>“Bapak itu orangnya selalu mengalah. Dalam segala hal. Sifat bapak yang demikian ini belum sepenuhnya bisa saya terapkan. Bagi saya mengalah itu boleh namun kalau harus mengalah terus-terusan itu kan rasanya kita seperti diinjak-injak. Terkesan diremehkan harga diri kita. Namun, bapak selalu bilang bahwa kita tetap harus mengalah dan sabar” lanjut Tudik</p>
<p>Sifat diri seperti inilah yang menjadikannya sangat bijak dalam mendidik dan memimpin keluarga. Ia menjadi panutan dan dikagumi oleh anak-anaknya. Orang lain pun banyak yang takzim kepadanya. Baik orang-orang di lingkungan sekitar rumah maupun di sekolah tempat ia bekerja.</p>
<p>Selain sebagai penggiat seni ia juga seorang guru sekaligus Kepala Sekolah. Di tahun 1958 ia mulai mengajar di sekolah Mardi Tresno. Sebelum itu sempat pula ia menjadi Kepala SMP Nasional (dulu terletak di barat Mardi Tresno sebelah utara jalan. Kini berdiri Depot Anyar dan komplek pertokoan). Baru pada tahun 1972 secara aklamasi ia dipilih menjadi Kepala Sekolah Mardi Tresno.</p>
<p>“Kepemimpinannya bagus. Beliau orangnya sangat disiplin dan sabar. Memimpin dengan semangat kasih” tutur Kiswanto(74) salah seorang guru Mardi Tresno yang dulu pernah dipimpinnya. Kening Kiswanto berkerut. Matanya menengadah ke atas. Mencoba mengingat-ingat segala kenangan yang masih tersisa. “Selama beliau menjadi Kepala Sekolah, MT berkembang begitu pesat. Kelasnya mencapai 29 ruang. Ada yang masuk pagi dan sore. Beliau melebarkan MT ke barat dan timur hingga nampak lebih luas”</p>
<p>Masa itu sekolah Mardi Tresno sangat identik dengan keseniannya. Hampir tiap peringatan hari Kemerdekaan RI sekolah ini selalu diundang untuk memeriahkan dengan pentas kesenian tradisional. Selain itu, sekolah ini pun kerap kali diundang oleh TVRI untuk mengisi program acaranya. Semua itu karena kesenian di sekolah ini begitu dikembangkan dengan optimal. Bisa dikatakan sekolah Mardi Tresno masa itu merupakan sekolah swasta terbesar yang ada di Pare. Membuatnya lebih unggul dari pada sekolah negeri yang ada.</p>
<p>Di sekolah ia memang sosok yang sangat disiplin. Terlebih masalah waktu. Ia selalu datang ke sekolah lebih awal dari guru-guru ataupun para murid. Ia pun terbiasa naik onthel tiap kali berangkat ke sekolah. Jarang sekali ia menaiki motor. Bilamana sudah waktunya bel masuk, gerbang sekolah segera dikunci. Kalau ada guru atau murid yang datang terlambat sudah tentu tidak akan dibuka sebelum istirahat. Selain itu, dalam menindak para murid yang melakukan kesalahan – seperti berkelahi – ia pun memberikan hukuman tanpa pandang bulu; biar pun itu anaknya sendiri.</p>
<p>“Waktu itu saya sempat berkelahi. Biarpun saya anaknya, saya tetap dihukum pada waktu upacara. Di rumah pun saya masih di tegur. Bapak selalu menasehati agar saya tidak memberi contoh yang jelek di sekolah” kenang Tudik</p>
<p>Selama menjadi Kepala Sekolah Mardi Tresno, banyak sekali metode-metode yang ia terapkan untuk meningkatkan mutu sekolah. Terlebih kualitas peserta didiknya. Salah satunya tentang penerapan kejujuran. Bagi dia kejujuran adalah hal utama. Oleh karena itu, untuk melatih kejujuran seluruh peserta didik di Mardi Tresno, ia membuat Warung Buta. Lapak kecil yang diletakkan di depan kelas. Semua kelas diberi lapak-lapak untuk tempat jualan penganan dan minuman. Warung ini sifatnya swalayan. Artinya, para peserta didik membeli, membayar, dan mengambil uang kembalian sendiri.</p>
<p>“Warung ini yang mengawasi murid-murid sendiri. Jadi sekolah menunjuk beberapa murid yang bertugas mengelola secara bergantian. Kalau pagi hari yang menjaga warung ini murid yang masuknya sore. Sedangkan sore harinya yang menjaga para murid yang masuk pagi. Guru tidak banyak mengawasi. Ini adalah cara untuk melatih mereka bersikap jujur” ungkap Heru Yanto(63) salah seorang guru Mardi Tresno yang kini menjadi pengurus makam Yayasan Mardi Tresno.</p>
<p>Kejujuran ini pula ia terapkan pada dirinya sendiri. Walaupun sebagai Kepala Sekolah ia tidak mau menyalahgunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi. Pernah ketika penyerahan bantuan dari Jepang, ada salah satu kontraktor yang mencoba membujuknya. Bilamana kontraktor tersebut bisa memenangkan tender pembangunan di Mardi Tresno maka ia akan diberi hadiah. Namun, dengan tegas ia menolaknya. Dia selalu mengambil keputusan yang dinilai baik dan dirasa adil. Itu yang selalu dia mau.</p>
<p>Dalam meningkatkan rasa kekeluargaan sesama guru ada upaya menarik yang dia lakukan. Salah satunya yang hingga sekarang masih membudaya di Mardi Tresno adalah dengan adanya arisan guru.</p>
<p>“Arisan ini tujuannya untuk mempererat tali persaudaraan. Jadi pada waktu arisan semua guru-guru wajib membawa anggota keluarganya. Mulai suami atau istri dan anak-anak mereka. Semua biar saling mengenal dan tahu. Begitu juga bagi anak-anak. Sehingga mereka tidak akan bertengkar pada waktu di sekolah” terang Heru Yanto ketika saya temui di rumahnya.</p>
<p>Selain karakter pribadinya yang <em>low profile</em>, ia juga termasuk orang yang jarang sekali marah. Terhadap siapa pun. Baik dengan orang lain maupun anak-anaknya sendiri. Jika saja anaknya ada yang melakukan kesalahan ia sekadar diam. Tidak marah apalagi main tangan. Ya, cuma di diamkan saja. Tidak mengajak ngomong. Isyarat ini sangat dipahami betul oleh anak-anaknya.</p>
<p>“Pernah dulu ada tetangga yang maling ayam di rumah. Saya langsung mengejarnya sambil membawa clurit. Bapak justru menahan saya. Saya yang justru ditegur. Bapak malah membiarkan. Alasan bapak sederhana. Mungkin orang yang mencuri itu lebih butuh. Biar tuhan yang membalas. Alasannya selalu begitu. Saya kan juga risih. <em>Lha piye&#8230;nek terus-terusan yo sengkleh kene</em>” kenang Tudik malam itu.</p>
<p>“Selama hidup saya melihat bapak marah itu cuma dua kali. Namun marahnya bapak tidak langsung diutarakan ke orang yang bersangkutan. Hanya <em>nggerundel</em> di rumah saja.” lanjutnya</p>
<p>Tahun 1996 ia tak lagi menjabat sebagai Kepala Sekolah. Paska itu ia diangkat menjadi pengurus yayasan. Ia pun banyak terlibat dengan aktivitas sosial dan organisasi-organisasi kemasyarakatan. Hal yang sangat digemarinya. Selain tentu saja tetap mengembangkan kesenian tradisional dengan mendirikan sanggar tari di rumahnya.</p>
<p>***</p>
<p>Sanggar tari itu berada di jalan Wilis 25 Pare. Dulu sanggar ini menjadi satu dengan rumahnya. Namun kini ruangannya lebih khusus. Masih sebangun dan berada tepat di sebelah timur rumah. Dia mendirikan sanggar tari tersebut karena melihat putrinya yang kebetulan setelah selesai kuliah di ISI masih belum mendapat pekerjaan. Faktor lain tentu saja karena ia tidak ingin kesenian tradisi ini punah. Harus tetap dikembangkan.</p>
<p>“Sanggar tari ini bernama Tri Mukti. Diambil dari nama kami bersaudara, Mukti dan Tri Irianto nama suami adik saya” jelas Mukti Listyowati yang pagi itu saya temui ketika sedang melatih tari..</p>
<p>Mereka bertiga adalah lulusan ISI Jogjakarta. Mukti Listyowati berkonsentrasi ke tari klasik, Mukti Kusumowati pada komposisi, dan Tri Irianto lebih ke koreografinya. Mereka saling memadukan.</p>
<p>Dia mempercayakan anak-anaknya untuk mengembangkan sanggar Tri Mukti. Sanggar ini mengajari tiga hal. Seni tari, seni rias, dan seni busana. Setelah paket tari selesai, peserta sanggar ini  diperkenalkan pada busananya. Jadi para peserta tari tahu busana apa yang hars dipakai dan sesuai dengan  jenis tarinya. Baru yang terakhir adalah tata riasnya.</p>
<p>Memang di sanggar ini dia tidak melatih peserta secara langsung. Hanya sebatas sebagai pembina. Namun, pernah pula dia tampil bersama dalam pentas kesenian tradisi. Bukan sebagai seorang penari. Melainkan pemain gamelan.</p>
<p>Ya, Pare di masa itu kerap kali menggelar acara-acara kesenian di sanggar budaya. Hampir-hampir sanggar budaya pada waktu itu tidak pernah sepi dari acara-acara kesenian atau sekadar menjadi tempat latihan tari. Bahkan awal mulanya berdirinya sanggar budaya di Pare ini dia turut serta sebagai konseptor.</p>
<p>***</p>
<p>Tahun 2009 di usianya yang ke 72 tahun lelaki ini mulai sakit. Saat itu adalah saat-saat dimana ia lebih banyak meluangkan waktunya untuk beristirahat di rumah. Mengurangi segala aktivitas sosialnya.</p>
<p>“Saya masih berhubungan dengan beliau. Pada waktu beliau sakit saya menjenguknya. Obrolan kami lebih ke obrolan rohani. Kami percaya bahwa ada kehidupan yang lebih kekal setelah di dunia ini. Jadi kami lebih banyak berbincang tentang makna dan filosofi kehidupan” ungkap Kiswanto kepada saya yang mengenang saat-saat terakhir berbincang dengannya.</p>
<p>Dan di awal tahun 2010 tepatnya pada tanggal 9 Pebruari, lelaki ini akhirnya menghadap Sang Illahi. Suasana duka mewarnai proses pemakamannya. Ia di makamkan di pemakaman Mardi Tresno.</p>
<p>“Ada pesan bijak yang selalu saya ingat dari bapak. Kita itu punya apa di dunia ini? Kita mati tidak membawa apa-apa. Kalimat bijak inilah yang selalu disampaikan ke anak-anaknya” tutur Tudik malam itu kepada saya sembari menikmati segelas teh hangat.</p>
<p>Ya, saya memang telah berkenal dengannya. Namun, perkenalan saya bukanlah sebuah perkenalan dengan jabat tangan atau tatap pandang. Perkenalan saya adalah perkenalan dari sisa-sisa cerita mereka yang begitu dekat dengannya; anak, kerabat, serta jejak-jejak yang ditinggalkannya semasa hidup.</p>
<p>Pagi itu saya beranjang ke tempat peristirahatannya yang abadi di komplek pemakaman Yayasan Mardi Tresno. Tak sulit untuk mencarinya. Kemudian saya pun duduk bertafakur di samping pekuburannya. Memegang nisannya. Saya merasa seolah kami berjabat tangan. Begitu karib. Saya pun lantas merepalkan doa-doa untuknya. Semoga segala amal kebaikannya semasa hidup diterima di sisi-Nya.</p>
<p>Pare patut berbangga punya sosok yang semasa hidupnya begitu teguh dan setia menjaga dinamika kesenian tradisional di tengah arus modernisasi yang melaju begitu kencang. Sejarah telat mencatat namanya. Ia akan selalu dikenang selamanya oleh generasi-generasi baru Pare. Sang penjaga dari Watu Dandang. Dialah Soewoto.</p>
<p><em>Desa Jambu, Sore menjelang hujan, Maret 2010 </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parekita.com/2010/11/23/sang-penjaga-kebudayaan-dari-watu-dandang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Legend Pak Mul Sisa Sebuah Tradisi</title>
		<link>http://parekita.com/2010/11/23/legend-pak-mul-sisa-sebuah-tradisi/</link>
		<comments>http://parekita.com/2010/11/23/legend-pak-mul-sisa-sebuah-tradisi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2010 01:36:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbah admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliner seputar pare]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parekita.wordpress.com/?p=1013</guid>
		<description><![CDATA[Seumur hidupnya ia hanya ingin berjualan Legen. Tidak yang lain. Ia meyakini bahwa ini jalan rejeki yang diberikan oleh Tuhan. Oleh : A Iwan Kapit Pagi ini seperti biasanya ia menunggu penderes menyatroni rumahnya sembari membawa berliter-liter hasil deresan air &#8230; <a class="more-link" href="http://parekita.com/2010/11/23/legend-pak-mul-sisa-sebuah-tradisi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Seumur hidupnya ia hanya ingin berjualan Legen. Tidak yang lain. Ia meyakini bahwa ini jalan rejeki yang diberikan oleh Tuhan.</em></strong></p>
<p><em>Oleh : A Iwan Kapit</em></p>
<p>Pagi ini seperti biasanya ia menunggu <em>penderes</em> menyatroni rumahnya sembari membawa berliter-liter hasil <em>deresan</em> air nira pohon kelapa. Orang menyebutnya Legen. Minuman tradisional yang banyak terdapat di desa Jombangan ini sangat merakyat. Di antara daftar kuliner tradisional yang ada di Pare, Legen bisa dikata minuman yang masih banyak diminati masyarakat. Selain murah meriah minuman ini mempunyai karakter rasa yang khas. Sangat nikmat bilamana diminum pada siang hari. Sungguh segar tak terkira.</p>
<p>Legen hasil deresan pagi ini sudah datang. Tanpa perlu dimasak Legen langsung dimasukkan dalam <em>bumbung </em>(bambu besar) dengan segera. Semua sudah siap. Tugas pun dibagi. Ia yang mengantar <em>bumbung-bumbung</em> Legen ke tempat jualan sedang sang istri yang menjual.</p>
<p>***<span id="more-1013"></span></p>
<p>Namanya Mulyono. Ia biasa disapa pak Mul. Lelaki berusia 66 tahun ini memulai jualan Legen pada tahun 1962. Pada waktu itu ia ditanya oleh ayahnya. Ingin melanjutkan sekolah atau memilih bekerja. Melihat kondisi orang tuanya yang kekurangan, Mulyono muda akhirnya memutuskan tidak melanjutkan sekolahnya. Ia lebih memilih bekerja untuk membantu ekonomi keluarganya.</p>
<p><em>“Aku dodolan Legen mergo wong tuo ra nduwe modal ra enek. Istilahe dodolan Legen kui kan ra modal to, dhik. Njupuk neng nggone wong sing nderes, muleh mbayar”</em> terangnya kepada saya dengan aksen Jawa yang kental.</p>
<p>Dulu menjual Legen memang tak perlu modal. Akad jual yang berlaku pada waktu itu Legen diambil terlebih dahulu baru dibayar sepulang jualan. Tanpa uang sepeser pun di tangan, Mulyono muda mendatangi rumah-rumah penduduk yang saban harinya <em>menderes</em> Legen. Hanya bermodal kejujuran dan kepercayaan ia mulai berjualan Legen. Sepulang menjual baru ia bayar Legen-Legen yang ia ambil tadi.</p>
<p>Tidak ada sepeda. Ia menjajakan Legennya dengan memikul dari satu tempat ke tempat yang lain. Tahun awal ia berjualan Legen belum ada satu tempat pun yang ia rasa pas untuk dijadikan dasaran tetap. Baru pada tahun 1967 ia mendapat tempat yang cocok untuk berjualan menetap, yaitu di jalan Kandangan depan SMP Katholik hingga sekarang.</p>
<p>Pada 1966 Mulyono muda memutuskan untuk menikah. Dari pernikahannya yang pertama ini ia dikaruniai seorang anak. Namun sayang pernikahannya ini tidak bertahan lama. Kemudian ia memutuskan untuk menikah lagi pada tahun 1972 dengan seorang perempuan dari Mangiran bernama Sumirah. Pernikahannya dengan Sumirah ini membuatnya dikaruniai 3 orang anak. Semua perempuan.</p>
<p>Dari gelas demi gelas Legen yang ia jual saban harinya, Mulyono kemudian mampu membeli sebidang tanah seluas 50 Ru dan menyewa kebun Kelapa.</p>
<p><em>“Jaman semono nyewo wit klopo jek murah, dhik. Sak wit kui sepuluhewu. Kui selama setahun”</em> jelasnya mengingat.</p>
<p>Keputusannya untuk menyewa kebun kelapa ini dengan niat mampu <em>menderes</em> Legen sendiri tidak berlangsung lama. Si Emak menyarankan agar Mulyono cukup berjualan saja. Tanpa perlu bersusah payah memanjat pohon Kelapa saban pagi dan sore hari untuk mengambil sari pati bunga Manggar yang manis itu. Lebih hemat biaya dan tenaga. Mulyono pun akhirnya menuruti nasehat sang Emak. Ia sadar keuntungan yang diperoleh hanya dengan menjual Legen saja dari orang-orang sudah dirasa cukup. Rasa cukup dan syukur inilah yang kelak membuatnya menjadi orang yang berhasil.</p>
<p>Walaupun berjualan tanpa modal, jangan dikira semua berjalan dengan mulus. Pernah suatu waktu ketika Pare sedang gencarnya meraih gelar Adipura ia mendapat berita semua PKL yang berjualan di pingir jalan akan disapu bersih.</p>
<p><em>“Nggeh nek masalah wayah susahe sadean Legen niku pas ragil kulo mlebet TK mbiyen, mas. Dados kulo pas sadean sering diurak-urak goro-goro badhe wonten Adipura. Dodolan niku rasane mboten tenang”</em> ungkap Sumirah sang istri sambil tertawa</p>
<p>Namun, karena dulu pelanggannya banyak juga yang polisi-polisi muda ia merasa aman. Tak sedikit pun merasa khawatir. Sudah pasti mereka akan melindunginya. Bagi Sumiarsih mereka sudah dianggap anak sendiri. Karena kedekatan emosional itulah, beberapa di antara polisi-polisi muda tersebut, yang kini telah berpangkat, masih tetap menjadi pelanggan setianya. Sebut saja Bambang Tri Atmodjo Kapolda Jawa Tengah</p>
<p><em>“Dados mbiyen nggen sadean kulo niku didamel cangkruk polisi kalian tentara, mas. Nek pas wayahe wangsul Pare saking Bali, Suroboyo, utawi saking Jawa Tengah, tiyang-tiyang niku mesthi madosi kulo. Tangklet kabar kaleh tumbas Legen damel oleh-oleh”</em> jelas Sumirah menambahkan.</p>
<p>Memang bisa dikata Legen yang dijual Mulyono terasa lain dari yang lain. Ia sangat menjaga kualitas. Semenjak awal berjualan selalu Legen yang murni yang ia tawarkan. Tanpa campuran air. Baginya Legen yang sudah tercampuri itu sudah rusak karakter rasanya. Manisnya berkurang. Tidak lagi nikmat.</p>
<p>Bagi awam yang baru kali pertama meminum Legen tentu sangat sulit membedakan mana yang murni dan mana yang sudah tercampuri. Namun, bagi mereka yang sudah terbiasa mencicip tentu hal itu bukan perkara yang rumit.</p>
<p>Dalam sehari Mulyono disetori <em>penderes</em> Legen dua kali. Pagi dan sore hari. Legen yang disetor pagi hari tidak perlu dimasak terlebih dahulu. Sedangkan Legen yang disetor sore hari harus dimasak supaya tahan hingga esok pagi.</p>
<p>Memang ada sedikit perbedaan rasa antara Legen yang di<em>deres</em> pagi dengan sore. Legen pagi biasanya rasa manisnya lebih segar. Terkadang ada rasa masamnya sedikit. Rasa masam ini bukan berarti Legen sudah kadaluarsa, melainkan hasil peyaringannya yang kurang maksimal. Namun campuran rasa manis dan sedikit masam ini justru menjadi kelebihannya. Sangat pas  bila diminum di siang hari. Sedangkan untuk Legen sore hari rasa manisnya begitu pekat. Begitu meminumnya manisnya langsung terpacak dan meninggalkan kesan yang lama di tenggorokan. Legen sore inilah yang biasanya dijual untuk para pelanggan luar kota karena tahan lebih lama.</p>
<p>Dalam sehari Mulyono mampu menjual 150 liter Legen. Bilamana Legen yang ia jual tak habis maka sisanya akan dibuat menjadi gula merah. Di desa Jombangan sendiri selain Legen, terkenal pula dengan produksi gula merahnya. Bahkan harga per kilonya lebih mahal dibanding Blitar; sekira dua belas ribu rupiah.</p>
<p>Bagi Mulyono dan Sumirah tidak ada hari libur dalam menjual Legen. Kecuali bila mereka sedang berhajat. Terlebih hari Minggu. Hari yang baik bagi mereka untuk jualan. Mereka menyayangkan bila harus libur jualan.</p>
<p><em>“Umpamane sampeyan gadah konco. Nek tuku Legen nek kono lho sing enak. Ndelalah pas sanes kulo sing dodol. Tiyang lentu sing dodol. Kan sampeyan sing dilokne. Legen ra enak kok muni enak. Lha&#8230;njogo ngono kui lho, dhik”</em> jelas Mulyono</p>
<p>Kini setelah 48 tahun berjualan Legen, Mulyono dan istrinya Sumirah hidup berkecukup an. Mereka bisa membangun rumah sendiri dan mampu membesarkan anak-anaknya hingga menjadi orang yang berhasil. Semuanya anaknya sudah berkeluarga. Anaknya yang pertama tinggal di Krian. Anaknya yang kedua menjadi Bidan di Blitar dan sekarang sedang mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di UI Jakarta. Sedangkan anak perempuannya yang terakhir tinggal di Jombangan sembari membuka usaha pracangan (toko kelontong).</p>
<p>***</p>
<p>Sekali waktu bila anda melewati jalan Kandangan Pare sempatkan diri sejenak untuk mencicip Legen pak Mul ini. Tak begitu sulit mencarinya. Ia masih menggelar dagangannya di depan SMP Katholik Pare. Hanya dengan merogoh kocek seribu rupiah anda sudah bisa mencicip Legen murni tanpa campuran. Rasakan sendiri sensasinya!</p>
<p>Di tengah serbuan kuliner yang berciri urban, ternyata Legen masih punya tempat tersendiri di masyarakat Pare. Bagian dari tradisi yang masih tersisa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parekita.com/2010/11/23/legend-pak-mul-sisa-sebuah-tradisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadwal dan Hasil Pertandingan PERSIK Kediri, Divisi Utama Liga Indonesia, 2010 – 2011</title>
		<link>http://parekita.com/2010/11/16/jadwal-dan-hasil-pertandingan-persik-kediri-divisi-utama-liga-indonesia-2010-%e2%80%93-2011/</link>
		<comments>http://parekita.com/2010/11/16/jadwal-dan-hasil-pertandingan-persik-kediri-divisi-utama-liga-indonesia-2010-%e2%80%93-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 06:53:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbah admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bal-balan]]></category>
		<category><![CDATA[hasil pertandingan]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal Divisi Utama 2010-2011]]></category>
		<category><![CDATA[Persik Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[skor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parekita.wordpress.com/?p=1003</guid>
		<description><![CDATA[courtesy of : bumimacanputih.blogspot.com Musim ini Persik harus memulai lagi dari bawah setelah “turun kasta” dari Indonesia Super League. Sekedar informasi Divisi Utama Liga Indonesia musim ini diikuti 39 klub, yang terbagi dalam 3 grup. Persik Kediri sendiri berada dalam &#8230; <a class="more-link" href="http://parekita.com/2010/11/16/jadwal-dan-hasil-pertandingan-persik-kediri-divisi-utama-liga-indonesia-2010-%e2%80%93-2011/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/logo-persik.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1004" title="logo persik" src="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/logo-persik.jpg" alt="" width="144" height="144" /></a><a href="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/launching-2010_2011.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1005" title="launching 2010_2011" src="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/launching-2010_2011.jpg" alt="" width="335" height="194" /></a><em>courtesy of : bumimacanputih.blogspot.com</em></p>
<p>Musim ini Persik harus memulai lagi dari bawah setelah “turun kasta” dari Indonesia Super League. Sekedar informasi Divisi Utama Liga Indonesia musim ini diikuti 39 klub, yang terbagi dalam 3 grup. Persik Kediri sendiri berada dalam Grup 2.</p>
<p>Berikut Jadwal, Hasil Pertandingan dan Data-Fakta PERSIK, 2010 – 2011 :<span id="more-1003"></span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;" colspan="7" valign="top" width="482"><strong>Putaran  I</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">
<p style="text-align: center;"><strong>No</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="64">
<p style="text-align: center;"><strong>Tgl</strong></p>
</td>
<td colspan="3" valign="top" width="264">
<p style="text-align: center;"><strong>Match</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="76">
<p style="text-align: center;"><strong>Kota</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="50">
<p style="text-align: center;"><strong>Skor</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">1</td>
<td valign="top" width="64">19 Nov 10</td>
<td valign="top" width="113">PSIS</td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="127"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="76">Semarang</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="50"><strong>2-1</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">2</td>
<td valign="top" width="64">24 Nov 10</td>
<td valign="top" width="113">Persikota</td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="127"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="76">Tangerang</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="50"><strong>1-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">3</td>
<td valign="top" width="64">6 Des 10</td>
<td valign="top" width="113"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="127">PSCS Cilacap</td>
<td valign="top" width="76">Kediri</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="50"><strong>1-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">4</td>
<td valign="top" width="64">10 Des 10</td>
<td valign="top" width="113"><strong>PERSIK<br />
</strong></td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="127">Persikab Kab. Bandung</td>
<td valign="top" width="76">Kediri</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="50"><strong>2-1</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">5</td>
<td valign="top" width="64">15 Des 10</td>
<td valign="top" width="113"><strong>PERSIK<br />
</strong></td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="127">Mitra Kukar</td>
<td valign="top" width="76">Kediri</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="50"><strong>4-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">6</td>
<td valign="top" width="64">19 Des 10</td>
<td valign="top" width="113"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="127">Gresik United</td>
<td valign="top" width="76">Kediri</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="50"><strong>1-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">7</td>
<td valign="top" width="64">3 Jan 11</td>
<td valign="top" width="113">PPSM Sakti</td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="127"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="76">Magelang</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="50"><strong>2-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">8</td>
<td valign="top" width="64">6 Jan 11</td>
<td valign="top" width="113">Persis</td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="127"><strong>PERSIK<br />
</strong></td>
<td valign="top" width="76">Solo</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="50"><strong>1-2</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">9</td>
<td valign="top" width="64">10 Jan 11</td>
<td valign="top" width="113">PSIM</td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="127"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="76">Yogyakarta</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="50"><strong>2-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">10</td>
<td valign="top" width="64">24 Jan 11</td>
<td valign="top" width="113"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="127">Persemalra Tual</td>
<td valign="top" width="76">Kediri</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="50"><strong>2-1</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">11</td>
<td valign="top" width="64">1 Feb 11</td>
<td valign="top" width="113">Persiram</td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="127"><strong>PERSIK<br />
</strong></td>
<td valign="top" width="76">Raja Ampat</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="50"><strong>1-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">12</td>
<td valign="top" width="64">5 Feb 11</td>
<td valign="top" width="113">Perseman</td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="127"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="76">Manokwari</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="50"><strong>0-0</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Data Dan Fakta Putaran Pertama :</span></strong></p>
<p>1.       PSIS Semarang vs <strong>PERSIK</strong> : 2-1 (1-0). PSIS : Peter Kuoh(20, 63). <strong>Persik</strong> : Adrian Trinidad (83). Stadion Jatidiri, Semarang.</p>
<p>2.  Persikota vs <strong>PERSIK</strong> : 1-0 (1-0). Persikota : Hendra Saputra (45). Stadion Benteng, Tangerang.</p>
<p>3. <strong>PERSIK</strong> vs  PSCS Cilacap : 1-0 (0-0). <strong>Persik </strong>: OK John (86,-pen). Stadion Brawijaya, Kediri.</p>
<p>4. <strong>PERSIK</strong> vs Persikab : 2-1 (0-1). <strong>Persik </strong>: Adrian Trinidad (58 dan 91,pen). Persikab : Angel Ebous (38). Stadion Brawijaya, Kediri.</p>
<p>5. <strong>PERSIK</strong> vs Mitra Kukar : 4-0 (4-0). <strong>Persik</strong>: Bertha Yuana (8), Adrian Trinidad (10, 12, 18). Stadion Brawijaya, Kediri.</p>
<p>6. <strong>PERSIK</strong> vs Gresik United : 1-0 (0-0). <strong>Persik</strong> : Adrian Trinidad (79,pen). Stadion Brawijaya, Kediri.</p>
<p>7. PPSM Sakti vs <strong>PERSIK</strong> : 2-0 (1-0).  PPSM : Romli (41), Toris Nugraha (74).   Stadion Abu Bakrin, Magelang.</p>
<p>8. Persis vs <strong>PERSIK</strong> : 1-2 (1-1). Persis : Budiana (10). <strong>Persik</strong> : Adrian Trinidad (18,-pen; 65).</p>
<p>9. PSIM vs <strong>PERSIK </strong>: 2-0 (1-0). PSIM : Engkus Kuswaha (19, 67). Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.</p>
<p>10.<strong> PERSIK</strong> vs Persemalra : 2-1 (1-1). <strong>Persik</strong> : Adrian Trinidad (45,pen), Dodit Fitrio (87). Persemalra : Anton Rumangun (45+2). Stadion Brawijaya, Kediri.</p>
<p>11. Persiram vs <strong>PERSIK</strong> : 1-0 (0-0). Persiram : Giddion Way (77). Stadion Wambik KM 16, Sorong.</p>
<p>12. Perseman vs <strong>PERSIK</strong> : 0-0 (0-0). Stadion Sanggeng, Manokwari.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="7" valign="top" width="480">
<p style="text-align: center;"><strong>Putaran  II</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">
<p style="text-align: center;"><strong>No</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="64">
<p style="text-align: center;"><strong>Tgl</strong></p>
</td>
<td colspan="3" valign="top" width="242">
<p style="text-align: center;"><strong>Match</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="89">
<p style="text-align: center;"><strong>Kota</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="57">
<p style="text-align: center;"><strong>Skor</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">1</td>
<td valign="top" width="64">25 Feb 11</td>
<td valign="top" width="113"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="104">Persiram</td>
<td valign="top" width="89">Kediri</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="57"><strong>0-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">2</td>
<td valign="top" width="64">1 Mar 11</td>
<td valign="top" width="113"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="104">Perseman</td>
<td valign="top" width="89">Kediri</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="57"><strong>1-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">3</td>
<td valign="top" width="64">9 Mar</td>
<td valign="top" width="113">Persemalra Tual</td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="104"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="89">Tual, Maluku</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="57"><strong>3-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">4</td>
<td valign="top" width="64">14 Mar</td>
<td valign="top" width="113"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="104">PSIM</td>
<td valign="top" width="89">Kediri</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="57"><strong>1-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">5</td>
<td valign="top" width="64">18 Mar</td>
<td valign="top" width="113"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="104">PPSM Sakti</td>
<td valign="top" width="89">Kediri</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="57"><strong>1-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">6</td>
<td valign="top" width="64">22 Mar</td>
<td valign="top" width="113"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="104">Persis</td>
<td valign="top" width="89">Kediri</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="57"><strong>4-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">7</td>
<td valign="top" width="64">28 Mar 11</td>
<td valign="top" width="113">Mitra Kukar</td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="104"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="89">Tenggarong</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="57"><strong>2-1</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">8</td>
<td valign="top" width="64">3 Apr 11</td>
<td valign="top" width="113">Gresik United</td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="104"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="89">Gresik</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="57"><strong>1-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">9</td>
<td valign="top" width="64">6 Apr 11</td>
<td valign="top" width="113">PSCS Cilacap</td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="104"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="89">Cilacap</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="57"><strong>2-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">10</td>
<td valign="top" width="64">9 Apr 11</td>
<td valign="top" width="113">Persikab</td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="104"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="89">Bandung</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="57"><strong>2-1</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">11</td>
<td valign="top" width="64">25 Apr 11</td>
<td valign="top" width="113"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="104">PSIS</td>
<td valign="top" width="89">Kediri</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="57"> <strong>0-0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="29">12</td>
<td valign="top" width="64">30 Apr 11</td>
<td valign="top" width="113"><strong>PERSIK</strong></td>
<td valign="top" width="25">vs</td>
<td valign="top" width="104">Persikota</td>
<td valign="top" width="89">Kediri</td>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="57"> <strong>3-0</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Data Dan Fakta Putaran Kedua :</span></strong></p>
<p>1.  <strong>PERSIK</strong> vs Persiram : 0-0 (0-0). Stadion Brawijaya, Kediri.</p>
<p>2.  <strong>PERSIK</strong> vs Perseman: 1-0 (0-0). <strong>Persik</strong> : Legimin Rahardjo (77). Stadion Brawijaya, Kediri.</p>
<p>3.  Persemalra vs <strong>PERSIK</strong> : 3-0 (2-0). Persemalra : Lukas Latupeirissa, Fredy Lefteuw,  Slamet Sampurno (og). Stadion Maren, Langgur, Maluku Tenggara.</p>
<p>4. <strong> PERSIK</strong> vs PSIM : 1-0 (1-0). <strong>Persik</strong> : Adrian Trinidad (42, pen). Stadion Brawijaya, Kediri.</p>
<p>5. <strong>PERSIK</strong> vs PPSM Sakti : 1-0 (0-0). Persik : Adrian Trinidad (60, pen). Stadion Brawijaya, Kediri</p>
<p>6. <strong>PERSIK</strong> vs Persis : 4-0 (1-0). <strong>Persik </strong>: Adrian Trinidad (35, pen; 60), Sudarno (58, og), Faris Aditama (84). Stadion Brawijaya, Kediri.</p>
<p>7. Mitra Kukar vs <strong>PERSIK</strong> : 2-1 (1-0). Mitra Kukar : Mbom Julien (1), Rully Padengke (82). <strong>Persik</strong> : Adrian Trinidad (92). Stadion Madya Kudungga, Tenggarong.</p>
<p>8. Gresik United vs <strong>PERSIK</strong> : 1-0 (1-0). Gresik United : Luis Pena (31, pen). Stadion Tridharma, Gresik.</p>
<p>9. PSCS Cilacap vs <strong>PERSIK</strong> : 2-0 (1-0). PSCS : Reza Dhini (45), Hari Nur (70). Stadion Wijayakusuma, Cilacap.</p>
<p>10. Persikab vs <strong>PERSIK</strong> :2-1 (1-0). Persikab : Kamga (31), Angel Ebous (46). <strong>Persik</strong> : Bertha Yuana (70). Stadion Jalak Harupat, Soreang, Bandung.</p>
<p>11. <strong>PERSIK</strong> vs PSIS : 0-0 (0-0). Stadion Brawijaya, Kediri.</p>
<p>12. <strong>PERSIK</strong> vs Persikota : 3-0 (1-0). <strong>Persik</strong> : Adrian Trinidad (36), Faris Aditama (63, 89). Stadion Brawijaya, Kediri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parekita.com/2010/11/16/jadwal-dan-hasil-pertandingan-persik-kediri-divisi-utama-liga-indonesia-2010-%e2%80%93-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Halal Bihalal Komunitas Arek Pare Jakarta 2010</title>
		<link>http://parekita.com/2010/11/01/halal-bihalal-komunitas-arek-pare-jakarta-2010/</link>
		<comments>http://parekita.com/2010/11/01/halal-bihalal-komunitas-arek-pare-jakarta-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 07:35:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbah admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita seputar Pare]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parekita.wordpress.com/?p=973</guid>
		<description><![CDATA[Dino sabtu 30 oktober 2010, jakarta kroso mendung, bagaskoro katon isin ngawuryaning bhumi. Tapi roso kepingin ketemu wargo Pare sing sak paran ning Jakarta mbuncah, ora peduli rintik-rintik &#8230;. pokoke bablas nang TMII. Jam 10 pagi PAREKITA meluncur ke TMII, &#8230; <a class="more-link" href="http://parekita.com/2010/11/01/halal-bihalal-komunitas-arek-pare-jakarta-2010/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dino sabtu 30 oktober 2010, jakarta kroso mendung, bagaskoro katon isin ngawuryaning bhumi. Tapi roso kepingin ketemu wargo Pare sing sak paran ning Jakarta mbuncah, ora peduli rintik-rintik &#8230;. pokoke bablas nang TMII.</em></p>
<p>Jam 10 pagi PAREKITA meluncur ke TMII, kemaren sih agak sliwir-sliwir dengernya di anjungan Jawa Timur. Lha kok pas nyampe sana kok Mas Iyek gak kliatan, pede ae wes &#8230; tanya sama tukang sound system-e, &#8220;Bang, Mas Iyek dimana ya?&#8221;, heheh dari wajahnya si abangnya kliatan kalo gak ngerti, lha mek plonga-plongo thok &#8230;.</p>
<p>Wassalam deh, ternyata selain gak kenal mas Iyek, wong-e yo rodok brebegen kupinge &#8230; wekekekek. Setelah tolah-toleh ternyata salah kamar, acara di anjungan Jawa Timur ternyata acarane Halal Bihalal arek mBatu, &#8230; jiiaaahh</p>
<p>Setelah telpon konformasi sama mas Iyek, ternyata Halal Bihalal Arek Pare tempatnya di anjungan Kalimantan Timur. Beda tipis rek &#8230;. Anjungan Jatim ambek Anjungan Kaltim &#8230;<span id="more-973"></span></p>
<p>Setelah sampe anjungan kaltim, ternyata mas Iyek udah nunggu, sekedar perkenalan tentang PAREKITA dan misi-misinya, lalu kita minta ijin untuk sedikit ngrusuhi meja penerima tamu &#8230; hehehehe. Sungguh menyenangkan sekali, meskipun beliau-beliau sudah &#8216;berumur&#8217; tetapi tetep semanak sama yang muda-muda. Jadilah kita dapet lapak special di sebelah meja tamu.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00049.jpg"><img class="size-medium wp-image-979 aligncenter" title="lapak parekita" src="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00049.jpg?w=300" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: left;">Tak lama pun para tamu-tamu alias piyantun-piyantun Pare domisili Jakarta mulai rawuh, ternyata umur beliau-beliau sangat jauh dari PAREKITA, ada yang lulus SMA awal 70-an, sementara team PAREKITA belum lahir hehehe gak popo sing penting kebersamaan.</p>
<p style="text-align: left;">Jam 11.30 acara Halal Bihalal Arek Pare Jakarta resmi dibuka oleh mas iyek sebagai ketua Arek Pare Jakarta. Sebelumnya mas Iyek memintakan maaf atas ketidak hadiran beberapa pentolan Arek Pare yang tidak bisa datang, antara lain Bapak Syamsul Ma&#8217;arif, yang sedang dalam tugas bhakti di daerah bencana. Dalam sambutannya beliau menjelaskan beberapa program dari Arek Pare yang sudah terealisasi seperti bantuan sumbangan buku untuk sekolah-sekolah di kota Pare tercinta, selama penjelasan yang divisualisasikan dengan pemutaran video itu mas Iyek banyak menceritakan bahwa sebenarnya warga Pare sangatlah potensial, beberapa murid dari kota Pare telah berprestasi secara nasional (tae kwon do, olimpiade fisika dll)</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00046.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-985" title="sambutan oleh mas Iyek " src="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00046.jpg" alt="" width="480" height="640" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Setelah sambutan dari mas Iyek, selanjutnya acara diisi oleh do&#8217;a dari pak Jafar. Pada awal doa, beliau sempat guyon pake boso jowo pare-an, seneng rasane denger boso jowo pare-an di jakarta, aneh-aneh tombo kangen .. hahaah. Kemudian doa dan dilanjutkan pengumuman tentang keberadaan PAREKITA, beliau menyambut gembira keberadaan PAREKITA, dan berharap bisa menjadi media pemicu kreativitas warga Pare, dan berpesan jadi arek pare gak usah isin po minder &#8230;.. kudu bangga!!! (setuju pak)</p>
<p style="text-align: left;">Selama acara terus berlangsung, tamu-tamu tetap mengalir, meskipun jumlahnya tidak seberapa dibandingkan SANYURI, tetapi komunitas Arek Pare terlihat guyub dan akur banget, team Parekita-pun semakin semangat memperkenalkan majalah PAREKITA kepada beliau-beliau.</p>
<p style="text-align: left;">Tanggapan beragam kita dapatkan, ada yang berkomentar :</p>
<p style="text-align: left;"><em>&#8220;Wah mas, majalahe apik tenan tapi kok cilik yo &#8230; mbesuk meneh rodok digedekne ae ben mocone gak usah nggawe kocomoto&#8221;</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>&#8220;Iki isine opo yo mas ? soale anakku wes gedhe-gedhe, dadi ora pati ngerti pare. Mbek menowo ae PAREKITA iso dadi obat kangen&#8230;&#8221;</em></p>
<p style="text-align: left;">hahahahaha nggih pak .. nggih buk &#8230;. team PAREKITA mek mesem-mesem ae. yaaa namanya juga masukan dari sesepuh yo kudu di inggih-i.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00044.jpg"><img class="size-full wp-image-986 aligncenter" title="DSC00044" src="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00044.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Sampailah pada acara puncak, yaitu Halal Bihalal sesama warga Komunitas Arek Pare Jakarta, kita mulai bersalam-salaman selayaknya acara halal bihalal, enek ae sing nyeletuk &#8230;. <em>&#8220;Acarane riyayan idul fitri tapi kok wes meh idul kurban .. hahahahah&#8221;</em></p>
<p style="text-align: left;">Selama acara berlangsung, musik pengiring gak bernah berhenti, apalagi diacara ini hadir pula pentolan musik asal pare yang sudah hijrah ke jakarta, sopo maneh lak gak mas Hari Katub. Beliau didampingi anak didiknya yang turut menyumbangkan beberapa lagu sebagai penghangat suasana yang sedikit mendung.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00055.jpg"><img class="size-full wp-image-989 aligncenter" title="anak buahe pak katub" src="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00055.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00051.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-990" title="DSC00051" src="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00051.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Habis halal bihalal, acara makan-makan dan santai &#8230;.</p>
<p style="text-align: left;">disini banyak warga komunitas Arek Pare yang nyebar sendiri-sendiri, nyari tempat buat ngobrol-ngobrol dengan yang lain, melepas kangen setelah beberapa lama gak berjumpa, <em>ckckckck &#8230;. masio tuwek lak ketemu konco lawas tetep ngekek thok isine, &#8230;&#8230; hahahaha <img src='http://parekita.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</em></p>
<p style="text-align: left;">Gak terasa waktu terus bergerak &#8230;. jam menunjukkan pukul 14-an. waktunya bubar &#8230;. <em>Lha kok ndilalah tukang pothone kok yo wes muleh &#8230;..yo apes rek, gak onok poto bersama sing resmi heheheh</em></p>
<p style="text-align: left;">acara diganti dengan nyanyi bersama, semua saling bergandengan tangan &#8230; bersama-sama menyatukan rasa &#8230;.bersama-sama menyanyi &#8230; bersama-sama menari &#8230;.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00052.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-995" title="DSC00052" src="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00052.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><a href="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00053.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-996" title="DSC00053" src="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00053.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><a href="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00054.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-997" title="DSC00054" src="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00054.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><em>kemesraan ini &#8230; janganlah cepat berlaaaaluuuuuu &#8230;.</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>kemesraan ini &#8230; ingin kukenang selaaaaluuuuu &#8230;..</em></p>
<p style="text-align: left;">bener-bener mengharukan dan menggembirakan, pengennya sih terus-terusan ngobrol ngalor ngidul tapi waktu jualah yang harus memisahkan &#8230;..</p>
<p style="text-align: left;">Salut untuk bapak-bapak dan ibu-ibu warga Komunitas Arek Pare Jakarta yang selalu guyub rukun di rantauan. semoga kekompakan ini bisa menular kepada kita-kita yang masih muda, dan semangat beliau-beliau untuk memajukan Pare selalu membara &#8230;..</p>
<p style="text-align: left;">HIDUP PARE &#8230;&#8230;&#8230;.. !!!!!</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: center;"><a href="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00062.jpg"><img title="parekita + hari katub" src="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00062.jpg" alt="parekita + hari katub" width="600" height="450" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00063.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-994" title="parekita + mas iyek" src="http://parekita.com/wp-content/uploads/2010/11/dsc00063.jpg" alt="parekita + mas iyek" width="600" height="450" /></a></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parekita.com/2010/11/01/halal-bihalal-komunitas-arek-pare-jakarta-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>majalah parekita</title>
		<link>http://parekita.com/2010/10/18/majalah-parekita/</link>
		<comments>http://parekita.com/2010/10/18/majalah-parekita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 07:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbah admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parekita.wordpress.com/?p=969</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://img641.imageshack.us/img641/8499/mjlhblog.jpg" alt="" width="446" height="1285" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parekita.com/2010/10/18/majalah-parekita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>lebaran di pare</title>
		<link>http://parekita.com/2010/09/21/lebaran-di-pare/</link>
		<comments>http://parekita.com/2010/09/21/lebaran-di-pare/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 16:22:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbah admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita seputar Pare]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parekita.wordpress.com/?p=965</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://img22.imageshack.us/img22/4125/61723140218109851313519.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img121.imageshack.us/img121/4266/62040140211585688213519.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><span id="more-965"></span></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img704.imageshack.us/img704/9869/63522140218597863513519.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img718.imageshack.us/img718/4396/61083140217717841513519.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img155.imageshack.us/img155/184/61083140217721841613519.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img830.imageshack.us/img830/374/60499140212585713213519.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img826.imageshack.us/img826/1731/60102140217897846013519.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img512.imageshack.us/img512/9820/60102140217893845913519.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img830.imageshack.us/img830/5375/59312140211597688513519.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img688.imageshack.us/img688/6966/58679140218257855013519.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img340.imageshack.us/img340/971/dsc02536d.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img230.imageshack.us/img230/8585/60906140218785868213519.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img812.imageshack.us/img812/3402/6352" alt="" width="1" height="1" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parekita.com/2010/09/21/lebaran-di-pare/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Polling &#8230;</title>
		<link>http://parekita.com/2010/09/16/polling/</link>
		<comments>http://parekita.com/2010/09/16/polling/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2010 04:07:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbah admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Polling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parekita.wordpress.com/?p=960</guid>
		<description><![CDATA[[polldaddy poll=3765774]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[polldaddy poll=3765774] </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parekita.com/2010/09/16/polling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ramadhan bersama parekita</title>
		<link>http://parekita.com/2010/09/15/ramadhan-bersama-parekita/</link>
		<comments>http://parekita.com/2010/09/15/ramadhan-bersama-parekita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2010 14:08:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbah admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita seputar Pare]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parekita.wordpress.com/?p=951</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah rek, kemaren acarane sudah terlaksana dengan lancar, dana yang terkumpul sebanyak Rp. 3.950.000,- rinciannya: 1. untuk pemesanan katering Rp. 1.400.000,- 2. pembelian sembako Rp. 634.000,- (beras 50 kg, gula 8 kg, minyak goreng 15 ltr, aqua gelas 4 kardus) &#8230; <a class="more-link" href="http://parekita.com/2010/09/15/ramadhan-bersama-parekita/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah rek, kemaren acarane sudah terlaksana dengan lancar, dana yang terkumpul sebanyak Rp. 3.950.000,-</p>
<p>rinciannya:<br />
1. untuk pemesanan katering Rp. 1.400.000,-<br />
2. pembelian sembako Rp. 634.000,-<br />
(beras 50 kg, gula 8 kg, minyak goreng 15 ltr, aqua gelas 4 kardus)<br />
3. sisa uang Rp. 1.916.000<br />
(sisa uang di berikan kepada pengurus panti asuhan)</p>
<p>terima kasih buat teman-teman sudah menyisihkan sebagian rejekinya untuk saudara-saudara kita yang berada di panti asuhan budi mulya pare. yang pasti &#8220;ojo kapok&#8221; rek..masih banyak yang harus kita perbuat untuk kota pare. kota yang sudah memberikan kita banyak sekali ilmu, memory dan teman.</p>
<p><span id="more-964"></span>untuk selanjutnya siapkan dan sisihkan rejeki teman-teman sebesar Rp. 17.500, karena awal oktober ini parekita akan menerbitkan majalah. majalah ini akan terus  ada kalau mendapat dukungan dari teman-teman semua. jadi mulai dari sekarang mulailah membangun mindset bahwa awal bulan harus &#8220;membaca&#8221; dan &#8220;menunggu&#8221; terbitnya majalah parekita. (sbr)</p>
<p><img class="alignnone" src="http://img541.imageshack.us/img541/8742/woro2bukber2.jpg" alt="" width="440" height="693" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img408.imageshack.us/img408/6914/dsc02432w.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img713.imageshack.us/img713/9297/dsc02433x.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img227.imageshack.us/img227/3105/dsc02439s.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img832.imageshack.us/img832/4534/dsc02446q.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img835.imageshack.us/img835/2462/59048135391917830615412.jpg" alt="" width="440" height="208" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img840.imageshack.us/img840/2636/41192135392129835915412.jpg" alt="" width="440" height="295" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img214.imageshack.us/img214/5784/dsc02435ix.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img826.imageshack.us/img826/7170/dsc02443e.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img688.imageshack.us/img688/2050/dsc02450qg.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img691.imageshack.us/img691/3103/41116135392217838115412.jpg" alt="" width="440" height="295" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://img697.imageshack.us/img697/5862/dsc02540zq.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parekita.com/2010/09/15/ramadhan-bersama-parekita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

